Johann Zarco Disebutkan Sebagai Calon Penerus Kejayaan Rossi

Johann Zarco Disebutkan Sebagai Calon Penerus Kejayaan Rossi

Johann Zarco Disebutkan Sebagai Calon Penerus Kejayaan Rossi

Mccca.net – Johann Zarco yang pindah ke kelas utama pada tahun 2001 silam yang sukses menjadi Rookie of The Year di MotoGP 2017 bersama tim Yamaha Tech3. Langkah pertama Johann Zarco yang fantatis di MotoGP 2017.

Setelah satu tahun bersama Yamaha Tec3, pembalap Perancis ini mencetak dua kali posisi pole dan tiga kali podium. Secara teratur Johann Zarco juga terbukti menjadi musuh berat bagi pembalap lain termasuk mereka dari tim pabrikan.

Frenchman Coulon sebagai kepala mekanik memang cukup berpengalaman dalam memberikan berbagai masukan serta berbagai hal yang diperlukan Johann Zarco melalui rencana mereka pada setiap akhir pekan balapan.

Setiap perintah atau rencana Frenchman Coulon dilakukan sepenuhnya oleh Johann Zarco. Hal ini pula yang terjadi saat berjalannya waktu dengan Andrea Dovizioso.

“Dia (Zarco) sangat jelas saat dia menjelaskan perasaan tentang sepeda motornya. Kami menyiapkan rencana sebelum melakukan balapan di setiap sesi. Itu tergantung sirkuitnya. Terutama kita memutuskan tiga atau dua kali percobaan. Kami sebelumnya memutuskan jumlah lap,” ungkap Frenchman Coulon.

“Kemudian setelah kami mengganti motor dan mencoba sesuatu yang berbeda. Jika motornya tidak sempurna, ia terus melaju sampai selesai. Bahkan dengan kondisi yang tidak begitu sempurna, dia bisa mendapatkan waktu putaran. Jika kami memutuskan tujuh lap, dia melakukan tujuh lap. Dan untuk selanjutnya, jika kita memutuskan untuk lima lap, ia pergi untuk lima lap.”

“Dan di percobaan terakhir, jika kita memutuskan untuk empat lap, maka ia pergi untuk empat lap. Hal ini cukup penting karena beberapa pebalap ada yang meminta tujuh lap. Setelah dua putaran mereka kembali, berhenti dan mengatakan ‘Saya tidak menyukainya!’ Saya berfikir, ‘Anda tidak menyukainya setelah dua putaran, ya. Tapi mungkin setelah empat putaran Anda bisa mengerti apakah umur ban Anda lebih baik, atau apakah waktu putaran Anda akan lebih baik. Kita tidak pernah tahu,” beber Frenchman Coulon.

Menurut Frenchman Coulon, situasi di tim Monster Yamaha Tech3 musim balap 2017 dengan pebalapnya Johann Zarco sangat mirip dengan saat mengandalkan Andrea Dovizioso di tahun 2012 lalu. Saat bersama Andrea Dovizioso, Tech3 juga berada di puncak keemasan. Saat itu berhasil menduduki posisi 4 klasemen akhir. Dovizioso mampu 6 kali podium ketiga.

“Johann Zarco juga memiliki pengalaman yang sangat bagus dengan karirnya di Moto2. Dia tahu dari Moto2, dan dia mengatakan kepada saya, ‘Terkadang saya merasa bahwa pebalap lain lebih cepat dari saya, tapi pemahaman saya adalah mengendalikan mereka sejak awal balapan. Jika mereka melewati saya, saya akan segera mencoba dan segera menyalipnya lagi. Dan saya akan mencoba mengendalikan mereka. Di akhir lomba, saya akan mencoba menekan dan mengalahkan mereka,” tutup Frenchman Coulon.

Johann Zarco sendiri musim ini mengakhiri balapan di posisi 6 dengan raihan 174 poin. Johann Zarco diperkirakan akan tampil lebih ganas lagi di musim 2018. Bahkan kesuksesan Johann Zarco musim ini juga membuatnya disebut-sebut sebagai calon penerus kejayaan Rossi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *