Sering Terabaikan, Inilah Penyakit Akibat Kutu Rambut

boy scratching his hair for head lice

Pexels.com

Parasit seukuran biji wijen yang memakan darah manusia, kutu kepala (Pediculus humanus capitis) adalah gangguan yang dikenal di seluruh dunia. Serangga kecil ini menginfeksi rambut manusia dan kadang-kadang juga dapat ditemukan di alis dan bulu mata. Diperkirakan 6 juta hingga 12 juta kutu kutu terjadi setiap tahun di Amerika Serikat di antara anak-anak usia 3 hingga 11, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Sementara anak-anak usia sekolah diyakini adalah mereka yang paling sering terkena kutu, mungkin saja orang-orang dari segala usia terkena hama yang tidak dapat terbang ini.

Beberapa orang dengan kutu rambut tidak pernah menyadari bahwa mereka terinfeksi bahkan menimbulkan penyakit akibat kutu rambut. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa serangga tersebut ada di kulit kepala, menurut Mayo Clinic. Beberapa diantaranya termasuk :

– Perasaan geli di kulit kepala atau leher.

– Kulit kepala gatal (akibat reaksi alergi terhadap air liur serangga).

– Benjolan merah kecil di kulit kepala, leher, dan bahu.

– Adanya kutu di kulit kepala.

– Adanya telur kutu (telur kutu) di batang rambut.

– Sulit tidur, yang dapat menyebabkan lekas marah.

Beberapa orang dengan kutu rambut mungkin juga mengalami luka di kulit kepala mereka. Menurut CDC, luka seperti itu kemungkinan disebabkan oleh bakteri dari tubuh orang itu sendiri yang menginfeksi lubang pada kulit. Beberapa orang mungkin menggaruk kulit kepala mereka karena gatal dan menyebabkan infeksi kulit, kata Margaret Khoury, seorang spesialis penyakit menular anak-anak dengan Kaiser Permanente.

Penyakit

Kutu kepala tidak diketahui menularkan penyakit apa pun dan karenanya tidak dianggap sebagai bahaya kesehatan. Infestasi kutu dapat asimptomatik, terutama dengan infestasi pertama atau ketika infestasi ringan. Gatal (“pruritus”) adalah gejala paling umum dari serangan kutu kepala dan disebabkan oleh reaksi alergi terhadap gigitan kutu. Mungkin perlu 4-6 minggu untuk gatal muncul pertama kali seseorang memiliki kutu.

Beberapa penyakit akibat kutu rambut :

1. Koreng

Penyakit pertama yang diakibatkan oleh kutu rambut adalah koreng. Koreng muncul karena garukan yang dilakukan di kulit kepala. Garukan ini adalan tindakan untuk menghadapi rasa gatal karena kutu rambut. Garukan yang terlalu keras dan sering akan menimbulkan luka. Sehingga, luka yang dibiarkan terbuka menyebabkan bakteri dan kuman menjadi mudah menempel di luka tersebut hingga terbentuk koreng. Selain karena kutu rambut, koreng juga bisa disebabkan oleh kebersihan rambut yang kurang terjaga.

2. Penyakit Pediculosis Kapitis

Penyakit ini disebabkan oleh adanya kutu rambut di kepala. Kutu rambut yang berkembang biak di kepala akan menghisap darah dan menyebabkan rasa gatal. Rasa gatal ini di sisi lain menyebabkan iritasi pada kulit yang disebabkan oleh kutu. Sehingga, sebaiknya Anda segera mencari cara untuk membasmi kutu rambut agar penyakit akibat kutu ini tidak terjadi pada Anda.

3. Eksim

Garukan karena adanya rasa gatal di kepala akan terus dilakukan selama kutu rambut masih berkeliaran dan tidak segera diatasi. Eksim adalah salah satu penyakit yang bisa timbul karena adanya kutu rambut. Ciri – ciri eksim seperti kemerahan, radang, dan bengkak serta gatal. Sebaiknya Anda segera mencari cara untuk membasmi kutu rambut agar eksim tidak muncul di kepala Anda.

4. Impetigo

Penyakit akibat kutu rambut selanjutnya yaitu impetigo. Penyebab dari penyakit ini yaitu bakteri streptococcus atau staphylococcus. Adanya luka yang terjadi karena garukan terus menerus bisa menjadi penyebab kuman dan bakteri ini berkembang biak. Sehingga, infeksi akan terjadi karena luka yang ditimbulkan.

Kutu rambut memang tidak begitu mengganggu. Namun, jika dibiarkan terus menerus, mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. 4 penyakit akibat kutu rambut di atas adalah contoh yang disebabkan oleh kutu rambut. Sehingga, tindakan pengobatan dan menghilangkan kutu rambut harus dilakukan segera mungkin agar tidak menimbulkan penyakit.

Sumber :

www.doktersehat.com 

www.honestdocs.id

www.cdc.gov 

Health

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*